Lian Rahman siap berikan penampilan terbaik di acara ADEM RESTO nanti.

Photo/FB//lianrahman

Dailytopengkaca-

Lama menghilang dari dunia perfilman ternyata Aktor Lian Rahman salah satu pemain layar lebar Jailangkung2 yang berperan sebagai Abu ini, kini tengah di sibukkan dengan kegiatan di bidang MUSIK.

Photo/Facebook//lianrahman

‘iya insyaallah tanggal 14 Desember ini nanti saya bakal menjadi bintang tamu di acara lomba tembang kenangan yang akan diadakan di ADEM RESTO BENGKULU’ ujar Lian.

Pria yang terkenal dengan Peran antagonis dalam beberapa serial TV dokurdrama (UNGKAP SCTV) ini juga mengatakan bahwa dia rindu akan dunia perfilman.

Namun karena kesibukkan dia di bidang musik saat ini Lian juga menuturkan bahwa “apapun itu karyanya selama tetap berada pada jalur seni saya rasa itu tidak masalah”.

Ayo warga bengkulu, ikuti LOMBA TEMBANG KENANGAN. Pendaftaran di buka dari tanggal 11 November – 13 Desember 2019. Raih trophy dan Uang Tunai.

Ada Lian Rahman juga loh Sebagai bintang tamunya.

Reporter_dwiputra

https://youtu.be/ypY_n810HBM

Pemuda baturajalama empat Lawang ini pecahkan musik malaysia..

Photo Instagram/@lianrahman_official

Dailytopengkaca.com

Lama tidak terlihat dilayar kaca Lian Rahman aktor yang terkenal dengan peran Abu di film bioskop Jailangkung 2 ini yang berasal dari empat Lawang Sumsel ternyata sedang terjun ke dunia musik

Terbukti dengan beberapa karya lagu yang di bawakannya bisa menembus negeri Jiran Malaysia

Melalui SINGLE RELAKAN

Lian Rahman bersaing di belia FM Malaysia Timur 1 dengan beberapa musisi terbaik malaysia

Belia fm adalah Salah satu radio yang cukup populer di negeri Jiran tersebut

Sucses dengan lagu berjudul Relakan

Lian kembali membuat lagu berjudul RINDU, Tak hanya sampai disitu.

Lagu rindu yang Lian Rahman ciptakan ternyata lagi-lagi kembali menembus radio belia FM Malaysia 1 timur di negeri Jiran tersebut.

selengkapnya penayangan lagu rindu lian rahman di belia timur 1 malaysia fm

Lanjutkan membaca Pemuda baturajalama empat Lawang ini pecahkan musik malaysia..

Terungkap! Kerangka dalam karung di tegal korban pembunuhan

Fotoistimewa/detikcom

Dailytopengkaca.worpress.com-

Kasus penemuan mayat dalam karung yang tinggal tulang belulang terungkap. Korban adalah Nurkhikmah alias Iik (16). Korban sebelumnya dinyatakan hilang sejak 5 bulan lalu.

Korban, yang merupakan warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, adalah korban pembunuhan. Korban ditemukan di sebuah rumah kosong.

Fotoistimewa/detikcom

Polisi telah melakukan autopsi di RSUD dr Soeselo, Slawi, Tegal. Hasil penyelidikan polisi juga telah menetapkan lima orang tersangka atau pelaku pembunuhan. Pelaku pembunuhan ada tiga orang laki-laki dan dua perempuan.

Para pelaku merupakan teman dekat korban, bahkan ada yang masih terhitung mempunyai hubungan kerabat dekat.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo saat dimintai konfirmasi mengatakan pelaku pembunuhan sudah ditangkap. Mereka berjumlah lima orang.

“Mereka ditangkap di tempat berbeda. Jumlahnya ada lima pelaku,” terang Kasatreskrim saat dimintai konfirmasi.

Lima pelaku yang diamankan ini terdiri atas dua wanita dan tiga laki laki. Lima pelaku ini merupakan teman dekat korban semasa hidup.

“Dua wanita dari lima pelaku ini masih anak anak. Lima pelaku ini teman dekat korban semasa hidup. Salah satunya berinisial E,” ungkap Bambang.

Keterangan sementara, pembunuhan ini terjadi karena korban terlibat perselisihan dengan pelaku. Mereka merasa sakit hati atas omongan korban, sehingga mereka tega membunuhnya.

“Masih kami dalami. Tapi keterangan yang kami dapat, pelaku dan korban terlibat perselisihan sehingga mereka merasa sakit hati. Keterangan lengkap, termasuk modus operandi, menunggu ekspos besok Kamis,” pungkasnya.

(LR)

#Tegal #pembunuhan #penemuanmayat #mayatdalamkarung #kriminal

Pembunuh dan pemerkosa Amelia Terancam hukuman mati

Sumberphoto.sukabumiupdate.com

Dailytopengkaca.wordpress.com-

Penyidik kapolres Sukabumi Kota menyiapkan empat pasal berlapis dari KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) untuk menjerat R (25), pelaku pembunuhan sadis terhadap Amelia Ulfah Supandi (22).

Gadis asal Cianjur ini dibunuh dengan cara dicekik oleh pelaku usai memerkosa lalu membuang mayat korban di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Minggu (21/7).

Saat ini R ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam pembunuhan ini, dengan empat pasal berlapis KUHP yang disiapkan penyidik. “Fakta ada aksi pencurian dengan kekerasan, pembunuhan, perkosaan, dan penganiayaan berat maka kita siapkan pasal berlapis,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro.

Adapun keempat pasal itu yakni Pasal 365 ayat 4 KUHP tentang Pencurian Kekerasaan yang Mengakibatkan Kematian dengan ancaman minimal 20 tahun dan maksimal hukuman mati atau seumur hidup, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman kurangan 15 tahun.Kemudian Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun, dan terakhir Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan Mengakibatkan Kematian dengan ancaman tujuh tahun penjara.

“Secepatnya pelaku akan kami serahkan ke penuntut di kejaksaan setelah berkas penyidikan dari kepolisian lengkap,” kata Susatyo.Pada Jumat (9/8), Polres Sukabumi Kota menggelar rekonstruksi pembunuhan alumni D3 Institut Pertanian Bogor (IPB) ini di Jalan Baru Sukaraja Kabupaten sukabumi dan Jalan Serasa Cibereum Kota Sukabumi.

“Rekonstruksi ini dihadiri pihak kejaksaan dan juga penasihat hukumnya, untuk melihat langsung untuk menguatkan pembuktian bahwa rangkaian perbuatan yang dilakukan tersangka itu benar dan sesuai dengan kejadian pada hari-H,” jelas Susatyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, rekontruksi yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan sekaligus perkosaan dan pembuangan mayat ini disaksikan langsung oleh ratusan warga termasuk keluarga korban. Ibu korban, Siti Masriah (40), yang datang bersama sejumlah kerabat ke lokasi rekontruksi meminta polisi untuk menghukum pelaku seberat-beratnya, bila perlu mendapatkan hukuman mati.

“Dihukum sesuai dengan perbuatannya. Kepada para penegak hukum, hukum yang seberat-beratnya aja untuk pelaku, kalau bisa dihukum mati,” tutur Masriah, kepada Sukabumi update.com

berita ini sudah tayang di Sukabumi update.com

https://m.kumparan.com/sukabumi-update-admin/pembunuh-dan-pemerkosa-amelia-terancam-hukuman-mati-1rdYzBGJHbu

Mayat Tampa busana gegerkan warga Bengkulu

BENGKULU – Penemuan jasad wanita tanpa busana menggegerkan warga Desa Padang Nibung Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, Sabtu (10/8/2019).

Saat ditemukan warga, jasad wanita tanpa identitas ini telah membusuk dengan posisi bersandar pada salah satu tiang pondok di perkebunan kawasan Pematang Sungkai, sekitar pukul 09.00 WIB.

Mayat tersebut ditemukan oleh saksi mata Riki yang hendak ke kebun sawit. Namun dari kejauhan nampak sesosok mayat.

“Untuk memastikannya, saksi mendatanginya dan ternyata benar ada sesosok mayat tanpa busana dan sudah dalam kondisi rusak dan susah dikenali,” Kasat Reskrim Bengkulu Selatan AKP Enggarsyah Alim Baldi.

Enggarsyah menambahkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, diperoleh informasi jika satu minggu lalu ada seorang perempuan tanpa busana yang ditemukan dan diberi makanan oleh warga.

Herawati Tipu Yusuf pakai Poto cewek lain, ini pengakuan periasnya : saya tak tahan Bau mulutnya

Dailytopengkaca.wordpress.com –

Kisah seorang Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) Korea yang gagal nikahi kekasihnya kini tengah menjadi perbincangan warganet.

TKI Korea bernama Yusuf gagal menikah dengan kekasihnya yang juga TKI di Taiwan.

Alasan mereka gagal nikah karena Yusuf merasa telah ditipu oleh kekasihnya yang sudah menjalin hubungan jarak jauh atar LDR selama 2 tahun.

Selama pacaran, Yusuf dan kekasihnya itu bertemu di media sosial dan belum pernah bertemu.

Wanita itu juga selalu menolak Video Call dan hanya mengirim foto yang belakangan diketahu itu bukan foto asli dirinya.

Disitulah semuanya terbongkar.

Seorang perias calon pengantinnya membongkar kedok sosok kekasih Yusuf.

Dalam video yang beredar dan salah satunya diunggah oleh akun Youtube Rondone kinyis kinyis, wanita yang mengaku perias menjelaskan bagaimana kondisi saat hari rencana pernikahan yusuf dengan kekasihnya.

Ia mengatakan kalau wajah wanita itu jauh berbeda dengan foto wanita yang dikirim ke kekasihnya.

“Kalau yang saya make up itu dia aslinya Karawang. Dia itu alisnya udah turun, keriputnya keliatan banget, tulang pipinya keliatan. Dia bilang ke cowoknya orang Brebes, tapi ternyata dia orang Karawang,” kata perias di video itu.

Lanjutnya, ia pun penasaran dengan usia asli dari kekasih Yusuf.

“Kalo dari mataku sendiri aku menebak sekitar 48 tahun, udah berumur lah. Saya tanya langsung berapa umurnya, dia ngomong 30 tahun,” ucapnya.

Selama di make up, ia tak tahan dengan ocehan kekasih Yusuf.

Yusuf dan kekasihnya ketika akan menikah (facebook) ()

Sebab ia menilai perkataannya pedas dan kasar.

Terlebih saat Yusuf menelepon kekasihnya dan ia malah menggerutu.

Saat itu Yusuf sedang dalam perjalanan menuju lokasi rencana pernikahan mereka.

“Dia bilang, ‘dia (Yusuf) itu orangnya pelit, ditambah lagi dia tak punya apa-apa, aku yang paling mapan. Aku tuh gak mau nikah sama dia, tapi aku cuma kasian sama dia. aku cuma mau tepatin janji aja,” ucap perias mencontohkan ucapan kekasih Yusuf.

Perias itu pun juga tak luput dari ucapan pedas kekasih Yusuf.

Kekasih Yusuf menilai kalau hasil riasannya tak bagus.

Malahan, perias mendengar kekasih Yusuf menghina calon mertuanya.

“Dia itu ngomongin soal ibunya si masnya, katanya si ibunya itu gak setuju baik keluarga dan bapaknya, sampai-sampai dibilang ibunya itu jahat. Dia bilang ’emang dipikir anaknya ganteng, kaya, wong anaknya miskin, aku kasian aja sama dia’,” tuturnya.

Selain ocehannya, rupanya perias itu juga tak tahan dengan bau mulut kekasih Yusuf.

“Kemarin sampai minta masker ke banyak orang di bilang gak ada. Di sana itu yang paling menderita aku. Kalo saya mendengarkan ocehan yang pahit bahkan bau mulutnya itu,” ucapnya.

Selesai dirias, Yusuf pun akhirnya datang dan diberi waktu untuk bicara bersama.

“Terus setelah itu kita diskusi biar ceweknya buka cadar. Tapi dia bilang nikah dulu baru buka cadar. Nan disitu ngerasa aneh,” ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Pengakuan Perias Nenek Hera Wati yang Tipu Yusuf Pakai Foto Cewek Lain: Saya Tak Tahan Bau Mulutnya

Acara lamaran berakhir baku parang,keluarga mempelai wanita tewas akibat saling bacok

Ilustrasi gambar OKEZONE.COM

daylitopengkaca.wordpress.com-

Acara proses lamaran berlangsung ricuh dan berujung pertumpahan darah di Dusun Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Sebuah akun Facebook, Farand Friedrick Tonu mengungkap kronologis kejadian satu tewas dalam acara lamaran di Dusun Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Kamis (8/8/2019).

Kronologis tewasnya satu warga di acara lamaran itu diunggah Farand Friedrick Tonu ke akun Grup Facebook, NTT Baru.

Dalam penjelasannya, kasus memilukan ini terjadi Kamis tanggal 08 Agustus 2019 pukul 16.30 wita bertempat di RT 001/Rw 001 Dusun I Desa Tanah Merah, Kupang Tengah, Kab Kupang.

Ia menyebut telah terjadi Kasus penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia.

Korban bernama Maksi Robin Mesakh bermur 42 tahun.

Korban adalah warga Desa Oebelo, RT20/RW008, Dusun 4.

Sementara saksi-saksi antara lain ARN (28 ) asal Timor Tengah, MSK (40) juga dari Timor Tengah Selatan dan YN (38) asal Timor Tengah Utara.

Kronologis kejadian

Berawal dari ARN dan MSK yang sementara menurunkan kayu api di lokasi lamaran

Tepatnya di Dusun I Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang, Kabupaten Kupang.

Setelah selesai menurunkan kayu api, keduanya dipukul oleh massa yang sementara menyaksikan acara proses lamaran

Kemudian ARN datang melapor ke rekannya yang lain YN bahwa mereka dipukul.

Mendengar kejadian itu saksi YN pergi untuk melerai massa yang telah memukul Saksi MSK

Karena massa yang pada saat itu banyak sehingga saksi YN juga ikut dipukuli dan dilempari batu.

Karena dalam keadaan terdesak maka saksi YN mengambil sebilah parang.

Parang ini digunakan untuk memotong kayu di tempat peminangan, yang berada di sampingnya untuk menjaga diri dari kerumunan massa.

Melihat YN dipukuli dan dilempari batu maka korban yang sementara duduk di tempat operator langsung membawa dan mengamankan YN kearah jalan untuk diselamatkan.

Setelah mengamankan YN korban kembali ke tempat peminangan untuk menanyakan awal permasalahan yang terjadi.

Namun karena massa yang sudah berkumpul hendak menyerang korban sehingga korban membela diri dengan cara mengayunkan parang ke arah kerumunan massa dan mengenai 3 (tiga) orang warga di lokasi tersebut.

Setelah melakukan aksi tersebut, korban melarikan diri kearah jalan umum.

Namun tidak jauh berlari, korban dianiaya menggunakan parang oleh sekelompok warga

Akibatnya korban mengalami luka sabeten sajam yang cukup serius pada leher bagian kiri.

Bahu bagian kanan, telapak tangan kanan, hingga korban meninggal dunia.

Setelah kejadian, korban dilarikan ke Peskesmas Oesao kemudian dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat.

Keterangan Kapolres

Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, membenarkan kejadian tersebut.

Acara pinangan itu dari pihak laki-laki ke pihak perempuan dimana tengah dibuatkan tenda, diduga karena saling tersinggung dengan omongan, maka terjadi percekcokan dan salah satu terkena bacokan hingga tewas.

Kapolres Indera Gunawan ketika dikonfirmasi POS KUPANG.COM, Kamis (8/8/2019) pukul 21.15 Wita menegaskan bahwa tidak ada bentrokan antar warga.

Kejadian ini salah paham karena diduga akibat sudah mengkonsumsi minuman keras

“Bukan bentrok antar warga. Ini orang lamaran pihak laki-laki ke pihak perempuan aja. Bantu-bantu buat tenda mungkin tersinggung omongan ribut karena minum. Akhirnya satu bacok dibalas pihak satunya,” jelas Indera.

Kapolres Indera membenarkan satu orang terkena bacokan atas nama Mesakh. Korban dibawa ke Puskesmas Oesao dan meninggal di puskesmas.

“Iya yang bacok pertama dibalas pihak satunya. Meninggal di Puskesmas Oesao. Sementara masih kami tangani. Piket siaga di TKP tapi masih kondusif. Soal yang terkena luka-luka masih kami data,” kata Kapolres Indera.

Kasus ricuh terkait dengan pernikahan juga terjadi di Banda Aceh.

Mengutip Kompas.com, seorang pemuda bernama Dedi berusia 19 tahun tewas diduga ditembak anggota polisi saat melerai perkelahian temannya di sebuah lokasi pesta perkawinan di Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.

Peristiwa itu terjadi saat korban sedang berada di sebuah aksi organ tunggal keyboard pada sebuah pesta perkawinan, Minggu dini hari.

Kerabat korban, Ahmad (20) menyebutkan Kejadian berawal ketika korban bersama teman-temannya sedang menonton dan ikut berjoget pada pertunjukkan organ tunggal tersebut.

Kemudian terjadi keributan yang belum diketahui pasti apa pemicunya.

Kronologi penembakan “Saya tidak tahu juga apa penyebabnya, ada yang tersenggol saat joget kemudian marah dan terjadi perkelahian, lalu kami dengar suara letusan senjata, dan saya lihat kawan saya sudah jatuh ke tanah dan berdarah,” jelas Ahmad, Senin (15/7/2019).

Menurut Ahmad memang ada seorang anggota polisi meletuskan senjatanya dan mengenai bagian kepala korban.

“Sepertinya bukan tembakan peringatan itu, dalam kondisi terkejut saya dan seorang teman lain kemudian membawa korban ke rumah sakit, dengan sepeda motor,” ujar Ahmad.

Namun, sebut Ahmad, setiba di rumah sakit, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Singkil, mengajukan rujukan agar korban dibawa ke RS di Medan, Sumatera Utara untuk perawatan lebih intensif.

Namun, korban menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalanan rujukan menuju rumah sakit di Medan Sumatera Utara. Di rumah duka keluarga tak menyangka kejadian tersebut menimpa Dedi.

Keluarga mengaku shock saat menerima kabar Dedi telah meninggal dunia akibat tertembak oleh seorang anggota polisi.

Sartinah (56), sang ibu korban mengaku tidak menerima kenyataan ini keluarga meminta pelaku penembakan dihukum setimpal dengan perbuatannya.

“Kami tidak tahu apa kejadiannya, tiba-tiba sudah ada kabar meninggal, kata orang ditembak polisi, kami mau pelakunya juga harus dihukum yang setimpal,” ujar Sartinah.

Dedi meninggal dunia karena tertembak di bagian atas pelipis mata sebelah kanan.

Kepolisian Resort Aceh Singkil mengakui adanya insiden penembakan tersebut, dan sudah melaporkan hal ini kepada institusi polisi yang lebih tinggi.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Argamuda, menyebutkan polisi sudah menahan tersangka dan sedang dimintai keterangannya.

Polisi mengaku akan menuntaskan kasus ini secara profesional.

Berita ini telah terbit di TRIBUNTIMUR.COM 09 agt 2019
Penulis : LR

Topengkaca

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai